Minggu, 13 Desember 2009

Pemanasan global

Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhuatmosfer, laut, dan daratan Bumi. rata-rata

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °CF) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan (1.33 ± 0.32 ° melalui yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Penyebab pemanasan global


- Efek rumah kaca

Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.

Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F)dari temperaturnya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.

- Efek umpan balik

Anasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.

Efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Apakah efek netto-nya menghasilkan pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). Walaupun demikian, umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat.

Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.

Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.

Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah

Bencana Vs Manusia


“Dosa besar apa yang sudah mereka perbuat hingga membangkitkan murka Tuhan?” pertanyaan retorik itu keluar dari mulut teman saya ketika kami menyaksikan proses pencarian jenasah dan evakuasi korban gempa di Padang

Berhubung saya sedang larut dalam perasaan duka, dan sibuk dengan tissue dan airmata yang ikut jatuh, saya jadi tidak terlalu berminat berdiskusi atau menanggapi grenengan taman saya itu.

Benarkah bencana alam ini terjadi karena amuk murka-Nya? Begitu mudah marahkah DIA sehingga DIA membinasakan apa yang sudah DIA ciptakan? Hm…saya kok jadi punya analisa berdasarkan sedikiiiiiit pengetahuan saya tentang Alkitab yang berkaitan dengan hal ini.

Ketika manusia pertama jatuh dalam dosa, maka sifat kekekalannya berubah menjadi kefanaan. Begitu juga tanah atau bumi yang ditingali mereka dan anak cucu mereka (termasuk kita) mewarisi kefanaan itu. Itulah sebabnya semua manusia akan mengalami kematian, dan segala yang ada dunia ini akan mengalami kebinasaan.

Jadi bencana, penderitaan, peperangan, adalah sesuatu yang sudah tertulis beribu abad yang lalu. Sekarang ini tinggal penggenapannya. Bahwa semua itu terjadi sebagai awal dari penderitaan zaman akhir.

Mat 24:6b sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.

Kalau boleh meminjam istilah bengkel, bencana alam itu seperti awal dari kerusakan mesin. Baru awal menuju kebinasaan yang sesungguhnya (baca : awal dari sekian banyak tanda kiamat)

Ketika kekekalan berubah menjadi kefanaan, maka berlakulah tanggal kedaluwarsa. Dan saya sangat meyakini bahwa segala sesuatunya sudah tercatat dalam buku-NYA. Bahwa di Padang akan terjadi gempa pada tanggal 30 Sept 2009 pukul 17.16 WIB sudah tercatat dalam buku-NYA sebagai tanggal kerusakan bumi di daerah Sumatera Barat. Dan jiwa-jiwa yang melayang bersamaan di tanggal tersebut juga sudah digariskan-NYA sebagai hari akhir perjalanan para musafir itu di bumi ini. Terbukti ada banyak cerita tentang orang-orang yang terselamatkan dari gempa tersebut melalui hal-hal kecil seperti yang tertulis di sini

Saya masih sangat meyakini bahwa kelahiran, jodoh, dan kematian seseorang adalah misteri Ilahi yang hanya diketahui oleh DIA dan para staff-Nya. Mengapa ada banyak orang di Sumatera Barat pada waktu itu di jam yang sama meninggal dunia serentak? Hanya DIA yang mengetahuinya..dan mengapa masih banyak orang yang hidup lolos dari jerat maut yang dibentangkan oleh gempa itu, tentunya Dimaksudkan-Nya untuk sesuatu hal yang baik.


Kalaupun pada akhirnya bencana itu memberikan kesempatan bagi para korban yang masih hidup untuk mengintrospeksi diri; saya menyebut hal ini adalah kebijasanaan yang diberikan TUHAN kepada manusia dalam menyikapi hal-hal buruk yang terjadi dalam hidupnya untuk kebaikan hidup selanjutnya.

Rom 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah

Saudaraku,
Lempengan bumi boleh saja meregangkan ototnya
Dan daya yang dihasilkannya boleh saja memporakporandakan segala yang hidup dan yang mati di permukaan ranah Minang
Kerentaan dunia ini boleh saja menyebabkan aus-nya poros bumi
Namun ketahuilah…semua ini sudah di gariskan sejak awalnya
Bukan karena Tuhan marah
Bukan karena Tuhan bosan dengan kita
Bukan…
Lihat lah dengan mata hatimu
Bahwa DIA tengah membentangkan tangan-Nya untuk memelukmu, menghiburmu, membebat luka dan trauma di hatimu
Lihatlah dengan keyakinanmu
Bahwa DIA pun ikut menangis bersamamu
Ikut merasakan dukamu
Ikut merasakan perih di hatimu
Atas kehilangan sanak keluarga
Atas terseraknya susunan impian-impianmu

DIA tahu ada ibu yang patah hatinya karena kehilangan anak dan suami
DIA tahu ada calon pengantin yang kehilangan mempelai lelaki atau perempuannya
DIA tahu..bahkan peduli dengan apa yang kalian rasakan
DIA tahu banyak anak yang harus menjadi yatim piatu
DIA tahu..tapi tak kan berdiam membiarkan kalian menjadi yatim piatu

Aku Cuma bisa berdoa, kiranya Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan-Nya yang maha dahsyat bagi kalian
Sehingga kalian tetap sanggup tersenyum dan tegap menyongsong masa depan cerah yang sudah dipersiapkan-Nya bagi kita.

sumber : http://jejak-langkah-anakmanusia.blogspot.com/2009/10/bencana-vs-murka-tuhan.html
Deengan lebih baru

Badai Matahari

Pada pagi hari,tepatnya 1 September 1859, salah seorang astronom terkenal di Inggris Richard Carrington tengah mengamati matahari. Dengan menggunakan alat filter, dia mempelajari permukaan matahari melalui teleskopnya. Namun, dia begitu terperanjat saat mengetahui ada kilatan cahaya terang keluar dari permukaan matahari. Tanpa diketahuinya, pada hari itu telah terjadi badai matahari yang diprediksikan dunia akan terulang kembali pada 1 September 2012.


Melansir pemberitaan Daily Mail, Selasa (21/4) dikisahkan Carrington mencatat titik cahaya terang yang merupakan awan plasma menuju ke bumi. Sekitar 48 jam kemudian dampaknya mulai terasa luar biasa. Miliaran aurora menyinari langit malam di bumi. Cahayanya sungguh kuat sehingga membuat kita mampu membaca di tengah malam.

Sementara itu, di California, sekelompok pekerja tambang emas bangun lebih awal dari biasanya akibat cahaya terang yang mereka sangka sudah pagi hari. Padahal jam di saat itu menunjukkan pukul 2 dini hari. Sejumlah operator telegraf menerima kejutan listrik tak beraturan akibat arus listrik matahari menghantam jaringan telekomunikasi. Saat itu dunia seakan-akan bermandikan listrik.


Menurut laporan "New Scientist", badai matahari atau solar storm adalah siklus kegiatan peledakan dahsyat dari masa puncak kegiatan bintik matahari (sunspot), biasanya setiap 11 tahun akan memasuki periode aktivitas badai matahari.


Ilmuwan Amerika baru-baru ini memperingatkan bahwa pada tahun 2012 bumi akan mengalami badai matahari dahsyat (Solar Blast), daya rusaknya akan jauh lebih besar dari badai angin "Katrina", dan hampir semua manusia di bumi tidak akan dapat melepaskan diri dari dampak bencananya.


Daniel Becker dari University of Colorado seorang ahli cuaca angkasa menjelaskan, "Sekarang ini kita semakin dekat dengan kemungkinan bencana ini. Jika manusia tidak dapat mempersiapkan diri dengan matang terhadap bencana badai matahari yang akan menimpa ini. Badai matahari ini mungkin akan memutuskan pasokan listrik umat manusia, sinyal ponsel, bahkan termasuk sistem pasokan air."

Sumber : http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=5253:badai-matahari-pernah-terjadi-pada-1-september-1859&catid=30:dunia&Itemid=55

Dengan lebih baru

Isue Kiamat menurut mama lauren


Mama lauren ini sebenarnya hanya orang biasa saja kok yang membuat dia istimewa adalah karena aura indigo membuat mama laureen memiliki vision/penghilatan akan masa depan/future. Percaya nggak percaya saya yakin mama lauren ini nggak membual kok seperti di kebanyakan forum² semua yang dia lihat tidak mungkin dia sebutkan semuanya karena suatu alasan. tapi saya yakin dia pasti mendapatkan vision sebelum sebuah kejadian terjadi.




Oh ya kembali ke topik sekarang di Internet lagi marak²nya orang berbicara tentang ramalan dari suku kuno mayan, sebenarnya saya sih nggak terlalu percaya ramalan itu karena saya yakin tuhan (dalam agama apapun) punya misteri dalam mengerjakan sesuatu dengan caranya sendiri.

Yang membuat saya sedikit tercengang waktu ada pertanyaan tentang apa yang akan terjadi di tahun 2012, mama lauren tidak menyebut tahun 2012 tapi tahun 2013. Kalendar bangsa mayan memprediksi adanya tumbukan/tubrukan/senggolan antara planet bumi dengan planet x nibiru yang akan membinasakan semua kehidupan di muka bumi tepatnya tanggal 12-12-2012 / 12 desember 2012.

Mama lauren mencoba menjelaskan vision tentang 2012 dan dia tidak menyebutkan tahun 2012 tapi tahun 2013 berarti memang bukan kiamat makro mungkin lebih tepat bila disebut kiamat mikro. mama lauren tidak yakin akan tumbukan/tubrukan/senggolan ini tapi yang jelas dan pasti mama lauren menyebutkan bahwa “akan terjadi kiamat mikro yang akan berpengaruh terhadap iklim dan cuaca” lebih tepatnya di sebabkan dari 2 sumber yang pertama adalah gempa bumi yang sangat dashyat dan yang kedua adalah tumbukan meteor. mama lauren mungkin keceplosan dengan memberikan detail bahwa nantinya bumi akan berubah total dia mengumpamakan indonesia mungkin berada di cina, berarti bumi akan seperti bola bocor dimana angin akan keluar dan merubah struktur luar.

sumber:http://www.lintasberita.com/Dunia/Berita-Dunia/Ramalan-Mama-Lauren-Tentang-Kiamat-Tahun-2012

Dengan lebih baru